Senin, 14 Oktober 2013

New Things


Akhirnyaaaaaa gue bisa nulis blog lagi! *girang* *jingkrak-jingkrak*

Dalam beberapa minggu ini banyak sekali hal yang telah gue lalui, dari hal-hal baru yang bikin gue excited, ketemu temen-temen baru, pengalaman sekali seumur hidup yang baru gue temuin, mengunjungi tempat-tempat baru, etc, etc.

Jadi, ceritanya, gue udah kerja sekarang! Well, ini masih On Job Training, dan Alhamdulillah gue dapet di Jakarta, tepatnya di KPU Tanjung Priok. Setelah mengalami satu minggu pengarahan yang agak membosankan tapi juga mengesankan di beberapa hal (terutama di bagian penyambutan sama BKLI dan dikasih makanan), akhirnya gue resmi kerja! Gue dapet bagian di PPC IV seksi PC II di bagian tracking dokumen jalur merah dan kuning + barang contoh. Kerjaannya cukup simple, sebagai anak magang gue merasa pekerjannya tidak susah, tapi membutuhkan fisik yang bugar (Entah kenapa gue pengen ketawa kalo denger kata-kata bugar, soalnya gue inget Vicky Burky). Secara tiap hari gue sortir+nganter ratusan dokumen ke Tuan dan Nyonya P-F-P-D (udah gitu ada satu biji yang ngeselin banget kelakuannya K). Belom lagi kalo disuruh-suruh pekerjaan ekstra lainnya, nyari barang contoh, misalnya. Lumayan menguras tenaga sih. Tapi untungnya ada dua anak bagian umum yang ngebantuin tugas gue yang salah satunya adalah temen sekelas gue di kampus, wakakak :v

Selain pengalaman kerja, ada juga pengalaman-pengalaman baru yang gue dapet, yang salah satunya adalah mengantar temen satu kosan gue asal BDK Makassar tapi aslinya orang Jawa ke Rumah Sakit. Jujur, itu pertama kalinya (atau pernah tapi lupa) gue dateng ke Unit Gawat Darurat sebuah Rumah Sakit di Jakarta. Itu malem-malem, dan besoknya masih harus ngantor, udah mana pemandangannya nggak enak banget. Tau sendiri kan UGD tuh isinya kayak gimana :’ Pokoknya minggu-minggu ini merupakan minggu-minggu melelahkan sekaligus menyenangkan. Gue ketemu temen-temen baru dari berbagai daerah, kenalan cewe baru, lingkungan kos baru, dan pegawai-pegawai di KPU juga lumayan baik-baik dan ramah-ramah. Jadinya melelahkannya itu agak sedikit tertutup dengan excitement gue.

Meskipun tetep aja ada satu dan lain hal yang masih mengganjal di hati gue saat gue menulis blog ini. Suatu hal yang membuat gue berpikir kalo perjalanan gue dalam mengarungi bahtera kehidupan sebagai abdi negara ini akan melalui perjuangan yang agak keras *tsaaah*. Tapi hal ini sangat sangat sangat privacy and crucial and vague and sensitive so I decided not to tell it here. Tapi jangan sedih, maybe I will share it here someday, somehow :) Gitu dulu deh ya, saya tiba-tiba lapar. I think I wanna chew some breads. See you, pals! 


Minggu, 22 September 2013

A short monologue when I get bored


It’s Sunday! And I really, really bored. Why? I can’t go anywhere. I really, really wanna go with my family, but, well, there’s always something bothering everything. Wait—why in the world I use English in my blog? I think English isn’t that cool anymore. Basi. Let me tell you, pal. What’s cool right now is bahasa-bahasa intelek seperti konspirasi kemakmuran, statusiasi, dan kudeta kepentingan. You know, almost whenever I turn my television on, isinya kata-kata itu lagi, kata-kata itu lagi :’)

Okesip. Skip that moron.

I don’t wanna trashin’ my blog with that unimportant thing, even though this blog isn’t too important to read juga sih, haha. 

Tau gak, kalo gue ngeblog, gue ngerasa ada orang yang ngebaca blog gue. Gue juga nulis seolah-olah lagi ngomong sama temen. Padahal, mana mungkin ada yang baca blog yang sudah lapuk dan tak terurus ini :’) Apalagi sebenernya blog ini gue tulis buat konsumsi pribadi, bukan buat bahan bacaan masyarakat. Kenapa? Lo liat sendiri aja: isinya curhatan semua, terus isinya juga absurd. Gue malu, gue nggak bisa mengeluarkan kata-kata intelek such as twenty-nine my age dan labil ekonomi di blog gue :| Makanya, gue memutuskan untuk mengubah nama blog secara periodik. Supaya blog ini tidak ada yang menemukan. Bhuahaha. *ketawa jahat*

Tapi tenang, gue akan tetap ngeblog seolah-olah gue lagi cerita sama orang. Kenapa? Gue udah memutuskan, gue akan nulis apa aja di blog ini, mau gue lagi kesel, lagi frustasi, gue tulis semua di sini. Kesian banget kan hidup gue, curhat sama tuts-tuts keyboard berdebu dan laptop berukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dengan intel atom core i3 dan system operasi windows 7 bajakan. *merasa autis*

Gue janji, gue akan terus ngeblog. Gue merasa terinspirasi oleh salah seorang blogger (lagi) yang tulisannya bisa dijadiin buku. Jadi ceritanya, last…. Thursday (or Friday?) I went to the bookstore, alone. Yeah, alone. Well, it doesn’t matter. Setiap orang pasti  pernah punya that catharsis time--ketika ia merasa ingin sendirian, kan? Dan dalam perjalanan seorang diri itu, gue nemu suatu buku tentang high school for dummy gitu dan bukunya asik. Meskipun gue bukan anak SMA lagi, buku ini bener-bener bring back memories banget dan bikin gue kangen sama masa-masa SMA gue :”( Dan pas gue liat biodata, jreng-jreng, sang penulis tanggal lahirnya sama kayak gue! And when my kepo alert has just turned on, I stalked his twitter and I found out that he is still in high school! Hal itu bener-bener membuat gue semangat (dan agak sedih). Dia aja bisa ngeluarin buku tunggal sendiri, kenapa gue nggak bisa?! 

Well, I must admit that some guys really can make me envy. But sometimes I really, really envy if that guy was born in the same date as me, younger than me, and he just like—can achieve his goal easily, while, here I am sitting and got nothing. Sometimes, I really think that I would be happier if I were born as other person who smarter, richer, more prominent and more talented than me. But when I think about it once again, If I were born as not Riyan, I would have my life extremely turn upside down.  I would may be lose my family, and some of my friends. Even, maybe I would never know and met them. That things, really scared me. So I decided I woud rather not to be another Riyan, than lose all the people I love and my memories with them.

Well yeah, as I wrote on my bio on twitter. I’m still young, and I need to explore the world. Suatu hari nanti, gue juga akan punya buku tunggal sendiri. Buku dengan nama gue, atau nama pena gue, MR Andrianus, terpampang di cover depan buku itu dengan font seperti ini. Dan buku gue itu terpampang di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Tapi gue gak mau bikin yang ecek-ecek. Dan kamu, ya kamu, bersama laptop ASUS A44H beserta tuts-tuts keyboard yang berdebu, akan menjadi saksinya. Ingat itu. Aamiin.




Selasa, 27 Agustus 2013

TWK is really a scumbag!


Done! TKD is over sodara-sodara. Hari ini, 27 Agustus 2013, gue telah melaksanakan TKD. Legaaa men! Sebelum TKD, kebahagiaan gue kayak direnggut gitu sama TKD. TKD udah kayak dementor. Penghisap kebahagiaan. Apalah itu namanya. Gue bersyukur dan mengucapkan Alhamdulillah karena gue lulus … meskipun nggak mencapai target nilai yang gue mau. Jauh, bahkan.


Kecewa? Pasti. Manusia wajarlah kecewa ketika ia merasa gagal. Sebenernya, gue bukan kecewa karena nilai gue tidak memuaskan (bagi gue). Karena justru gue menganggap hari ini gue nggak “siap” atau memang gue lagi kurang “beruntung.” 


Siap di sini adalah siap fisik dan mental. Jujur, pas mau TKD tadi perut gue ga enak dan pala gue pusing. Gue ngantuk karena cuma tidur empat jam. Biasa lah: SKS. Dan dari awal emang badan gue udah lemes dan gue kurang konsentrasi. Bahkan, gue merasa saat ngikut TO di rumah, kondisi gue lebih fit.


Kurang “beruntung” karena soal yang gue dapet lumayan susah. Gue gatau berapa pastinya, yang pasti soal TWK sama TKP lebih banyak dari soal TIU. Tapi … jreng, jreng, jreng! Soal TWK-nyaaaaa beeeeuugghhh. Kalo katanya soal itu dibagi mudah, sedang, dan sulit, kayaknya soal TWK gue gak ada yang masuk kategori mudah deh -___- . Bayangkan, dari 35 soal, gue hanya mendapat poin 55 which is gue cuma betul 11 di TWK! Soal-soal TWK yang gue dapet tuh absurd banget! Gue sempet liat kan ya di grup FB ada yang share soal TWK-nya tentang UUD, pancasila, sejarah, pengetahuan umum, dll.  Nah gue? Masa soal UUD-nya dikit udah gitu ditanyain yang nyempil-nyempil pula! Contoh: Pasal yang menyangkut hak anti diskriminasi terdapat pada pasal…, terus apa saja fungsi check and balance presiden pada pasal dalam UUD dalam kaitannya bla bla bla…, karakteristik apa saja yang harus dimiliki Hakim Agung. Parah!!


Itu baru UUD. Soal TWK gue itu absurd-absurd, apalagi banyakan tentang Bhineka Tunggal Ika. Udah soalnya panjang-panjang dan gajelas, opsinya pun mirip-mirip dan gak jelas. Ada juga wawasan kebangsaan. Ada pertanyaan tentang wewenang Reclementre apa gitu yang ada pada Mahkamah Internasional. Gue hanya bisa bengong tercengo-cengo. Ada juga yang nanyain tentang pembuatan patung gitu… Ini soal TWK apa Seni Budaya!

Gue enggak ngerti lagi deh sama soal TWK. Cuma dikit banget yang keluar dari materi yang gue pelajari, sejarah cuma beberapa nomor. (Pengen gue bakar aja rasanya buku soal-soal CPNS yang gue beli!) Dan begitu lihat hasilnya…jreng, jreng!! Lulus sih, tapi … itu kenapa TWK jomplang banget nilainya dibandingin TIU sama TKP woyyy -__-


Sampe sekarang gue masih kepikiran. Bukan tentang nilainya. Tapi tentang soal-soal TWK gue yang kayaknya proporsinya susah semua. Kok bisa ada anak yang dapet soal TWK gampang2 banget.. ada yang susah2 banget. TKD dengan soal acak kayak gini malah menurut gue nggak fair. Dan mungkin, hari ini gue lagi gak beruntung karena dapet paket soal yang susah. Sekarang, gue masih nunggu tanggal 5 buat pengumuman kelulusan resmi. Gue cuma berharap nilai TKD ini gak memengaruhi penempatan definitif nanti.  Aamiin…

Who Reads