Selasa, 27 Agustus 2013

TWK is really a scumbag!


Done! TKD is over sodara-sodara. Hari ini, 27 Agustus 2013, gue telah melaksanakan TKD. Legaaa men! Sebelum TKD, kebahagiaan gue kayak direnggut gitu sama TKD. TKD udah kayak dementor. Penghisap kebahagiaan. Apalah itu namanya. Gue bersyukur dan mengucapkan Alhamdulillah karena gue lulus … meskipun nggak mencapai target nilai yang gue mau. Jauh, bahkan.


Kecewa? Pasti. Manusia wajarlah kecewa ketika ia merasa gagal. Sebenernya, gue bukan kecewa karena nilai gue tidak memuaskan (bagi gue). Karena justru gue menganggap hari ini gue nggak “siap” atau memang gue lagi kurang “beruntung.” 


Siap di sini adalah siap fisik dan mental. Jujur, pas mau TKD tadi perut gue ga enak dan pala gue pusing. Gue ngantuk karena cuma tidur empat jam. Biasa lah: SKS. Dan dari awal emang badan gue udah lemes dan gue kurang konsentrasi. Bahkan, gue merasa saat ngikut TO di rumah, kondisi gue lebih fit.


Kurang “beruntung” karena soal yang gue dapet lumayan susah. Gue gatau berapa pastinya, yang pasti soal TWK sama TKP lebih banyak dari soal TIU. Tapi … jreng, jreng, jreng! Soal TWK-nyaaaaa beeeeuugghhh. Kalo katanya soal itu dibagi mudah, sedang, dan sulit, kayaknya soal TWK gue gak ada yang masuk kategori mudah deh -___- . Bayangkan, dari 35 soal, gue hanya mendapat poin 55 which is gue cuma betul 11 di TWK! Soal-soal TWK yang gue dapet tuh absurd banget! Gue sempet liat kan ya di grup FB ada yang share soal TWK-nya tentang UUD, pancasila, sejarah, pengetahuan umum, dll.  Nah gue? Masa soal UUD-nya dikit udah gitu ditanyain yang nyempil-nyempil pula! Contoh: Pasal yang menyangkut hak anti diskriminasi terdapat pada pasal…, terus apa saja fungsi check and balance presiden pada pasal dalam UUD dalam kaitannya bla bla bla…, karakteristik apa saja yang harus dimiliki Hakim Agung. Parah!!


Itu baru UUD. Soal TWK gue itu absurd-absurd, apalagi banyakan tentang Bhineka Tunggal Ika. Udah soalnya panjang-panjang dan gajelas, opsinya pun mirip-mirip dan gak jelas. Ada juga wawasan kebangsaan. Ada pertanyaan tentang wewenang Reclementre apa gitu yang ada pada Mahkamah Internasional. Gue hanya bisa bengong tercengo-cengo. Ada juga yang nanyain tentang pembuatan patung gitu… Ini soal TWK apa Seni Budaya!

Gue enggak ngerti lagi deh sama soal TWK. Cuma dikit banget yang keluar dari materi yang gue pelajari, sejarah cuma beberapa nomor. (Pengen gue bakar aja rasanya buku soal-soal CPNS yang gue beli!) Dan begitu lihat hasilnya…jreng, jreng!! Lulus sih, tapi … itu kenapa TWK jomplang banget nilainya dibandingin TIU sama TKP woyyy -__-


Sampe sekarang gue masih kepikiran. Bukan tentang nilainya. Tapi tentang soal-soal TWK gue yang kayaknya proporsinya susah semua. Kok bisa ada anak yang dapet soal TWK gampang2 banget.. ada yang susah2 banget. TKD dengan soal acak kayak gini malah menurut gue nggak fair. Dan mungkin, hari ini gue lagi gak beruntung karena dapet paket soal yang susah. Sekarang, gue masih nunggu tanggal 5 buat pengumuman kelulusan resmi. Gue cuma berharap nilai TKD ini gak memengaruhi penempatan definitif nanti.  Aamiin…

Jumat, 16 Agustus 2013

Pos populer minggu ini di Google+

Pos populer minggu ini di Google+
Ngetren di Google+Lihat
Dibagikan kepada publik
This is so cool. White Blood Cell Chasing Bacteria in blood We are a collection of cells living in symbiosis

Ngetren di Google+Lihat
Dibagikan kepada publik
Right now, the Cigarette Racing Team Cigarette #AMG Electric Drive boat concept - the most powerful electronically driven…baca selengkapnya

Ngetren di Google+Lihat
Dibagikan kepada publik
Reef Magic While Team 1 continue with their survey of Mexico, Team 2 are back on the Great Barrier Reef, shooting a video…baca selengkapnya

Ngetren di Google+Lihat
Dibagikan kepada publik

Ngetren di Google+Lihat
Dibagikan kepada publik
Having a lot of friends does not mean that they will be there for us when we need them the most! The test of true friendship…baca selengkapnya

Notifikasi ini telah dikirim ke callmeryanzoo2@gmail.com. Tidak ingin menerima pembaruan tak berkala tentang aktivitas dan saran teman Google+? Ubah jenis email yang dikirim Google+ kepada Anda.
Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA

Selasa, 13 Agustus 2013

Semua Berawal dari Niat


Halo kawan-kawan sekaliaaaan! Saya, selaku pemilik blog ini mengucapkan,





Kalau ada yang baca blog ini (semoga aje masih ada yang baca, ye), pasti kalian lagi seneng banget ya.. Bisa merayakan idul fitri bersama keluarga, jalan-jalan, liburan, dapet tanggokan. Sementara gue? Akh, jangankan tanggokan, lebaran aje gue masih dibayang-bayangi oleh momok yang menakutkan (baca: TKD).

Yap, TKD.

Sebenernya awalnya gue masih keep calm aja sih.. Tapi semua itu berubah setelah negara api menyerang muncul pernyataan “Jika tidak lulus, kami tidak bisa membantu kalian”... Jreng, jreng!!!  Kalimat itu kayaknya lebih horror daripada “Wanna play hide-and-clap with me?”-nya The Conjuring. Anak-anak langsung pada heboh, makin banyak yang parno, gue jadi ketularan deh. Wah, ini sih udah gak bisa keep calm lagi nih! Bhuahahaha... Jadinya, gue memutuskan untuk mencoba serius belajar TKD. 

Mungkin aja TKD emang bukan sekadar formalitas lagi. 


Dan semenjak itu makin banyak banget yang rajin share soal di grup.

Tapi… semakin hari gue perhatiin, lama-lama kok soal-soal yang di-share di grup soal-soal tingkat dewa semua... Dari mana soal-soal itu berasaaaal? Siapa yang bikiiiin?!! *kesel sendiri* . Gue emang jarang buka grup TKD itu sih, tapi sekalinya buka pasti sebagian besar orangnya itu-itu lagi. Kalo gak dia nge-share soal, ya pasti ngejawab soal. Gue rasa orang-orang yang aktif di grup ini jenius-jenius semua. Ampe H+1 lebaran aja udah ada yang share soal lagi -____- Ini adalah tipe-tipe orang yang sepertinya sudah well-prepared dan siap menyambut TKD dengan senyum ceria -____- Sekaligus tipe-tipe orang yang bikin orang lain down -____-

Sementara gue? Duh, kalo misalnya gue bilang gue belom belajar, nanti gue dibilang psywar lagi -,- Kalo gue bilang udah belajar nanti gue dibilang gak korsa -,- Agak serba salah ya sepertinya… Kalo kagak mahal, pengen gue banting aja rasanya ini laptop! *loh

Terus intinya lo bikin post ini apa Yan?

Ya, nggak ada maksud apa-apa sih, cuma pengen menghilangkan kepenatan aje.. Well, mungkin gue nggak sejenius anak-anak itu, dan mungkin gue nggak se-well-prepared mereka (ini bukan psywar) tapi gue akan berusaha yang terbaik aja nanti. Meskipun sesi belajar TWK gue lumayan sering berakhir di tempat tidur, meskipun banyak rumus-rumus TIU yang udah terlupakan seiring bertambahnya usia, meskipun kepribadian gue mungkin nggak semulia pilihan jawaban soal-soal TKP, seenggaknya gue udah melakukan satu hal terpenting: NIAT.

Seperti kata Bung Danang dan Bung Darto,

Kampret-able sekaligus ngeles-able banget kata-katanya! Wakakakak.


Tanggal 27 tinggal beberapa hari lagi masbroooh... Semoga gue bisa lulus TKD dengan hasil yang memuaskan.  Aamiin Ya Allah...

Ganbatte Riyan-kun! HOSH!


Selasa, 06 Agustus 2013

Tentang Hidup dan Orang-Orang yang Kautemui Sepanjang Perjalanannya


It's August! Bulan yang mungkin akan berkesan karena banyak banget hal-hal yang telah gue lakukan, akan mencapai titik klimaks di bulan ini.


6 Agustus 2013.

Hari ini, dan tadi malam, dan beberapa hari kemarin, "mood berfilosofi" gue balik lagi. Ada banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Banyak. Dan beberapa hal itu membuat jiwa filsuf gue keluar. Makanya dalam postingan ini, akan ada hal-hal yang berbau filosofi. Bahkan, gue mulai berpikir untuk memisahkan postingan gue jadi dua kategori: jejak filosofis dan jejak realistis. Keren gak sih kedengarannya? *mulai narsis*


Masuk ke ranah filosofi, banyak orang yang bilang kalau hidup itu susah, hidup itu sulit untuk dijalanin. Kayak semacem tagline salah satu provider telekomunikasi swasta di Indonesia: “Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi sulit untuk dijalanin.” Jujur, begitu pertama kali mendengar ucapan itu dari seorang bocah kecil yang mungkin kencing aja belom lempeng di iklan, hati gue agak sedikit tergugah. (Cielah tergugah).

Well, omongan anak kecil di iklan itu memang ada benernya. Bener banget malah. Terkadang waktu kecil, kita pandai berangan-angan tentang masa depan. Kita tidak takut untuk menentukan cita-cita setinggi langit. Tapi, semakin dewasa, semakin bertambahnya usia, kita malah jadi pengecut.  Semakin kecut untuk mewujudkan angan-angan itu. Kita merasa, seolah-olah cita-cita itu malah semakin impossible untuk kita raih.

Kenapa, ya, bisa gitu?

Mungkinkah mental kita makin melemah?

Atau kita sudah nyaman berada di zona ini? Di zona aman?

atau... karena semakin banyak orang yang kita temui, semakin banyak hal yang kita pelajari, kita malah semakin menyadari bahwa ilmu yang kita punya itu masih sedikit. Ujung-ujungnya, gak pede. Gamang. Kita nggak bisa mutusin mau jadi apa kita.

But—hey people! We’re still young, we still have a lot of time to decide what  we want to be in this world. And within a journey of it, we will find a lot of people too. Of people that we met, some will stay, some will go, just like that. And of those who stay, some will brighten up our world: learn our secret, love our flaws. Those people, love you unconditionally just-the-way-you-are. 

Maybe, I'm the lucky one who surrounded by ones of “those people”. Teman yang sangat mengerti gue, yang udah kayak keluarga daripada sekadar sahabat. Teman yang bisa ketawa ketika gue melakukan kebodohan kayak mencet tombol saos sampe muncrat ke mana-mana, atau mungkin kesandung pas turun dari eskalator [duh!

Sama mereka, gue gak pernah mikir hal-hal sulit tentang hidup. Sama mereka, gue gak perlu ngeluarin effort berlebih untuk ketawa. Apa aja bisa diketawain. Sama mereka, gue gak pernah ngerasa tua... Waktu tuh kayak berhenti pada titik 17 tahun (baca: alay), dan gak pernah berjalan lagi. 

Dan yang terpenting, sama mereka, gue bisa jadi diri gue sendiri. The very original-version of Muhammad Riyan Andrianus yang mungkin gak banyak orang-orang kece di luar sana tahu.

Alhamdulillah, meskipun kita punya kesibukan masing-masing, dan dalam keadaan dompet gue yang cekak, kita masih bisa ketemu lagi tahun ini (meskipun gak lengkap). Gue gak pernah ngomong begini sama mereka, tapi jujur gue bersyukur bisa mengenal satu-satu dari mereka. Bertemu orang-orang seperti mereka, gue kayak dikasih percikan semangat untuk meraih cita-cita dan harapan  di dunia yang sudah tidak seindah waktu kita kanak-kanak dulu.. *tsaaaaahh. From now on, I promise I'll do the best!






Semoga ukhuwah persahabatan ini tak lekang oleh waktu.

Sampe kita jadi kakek-nenek.

Sampe kita ketemu lagi nanti punya cucu.

Dan cucu-cucu kita punya cucu-cucu lagi.

Bhuahahaha~ Aamiin…



NB: Kebetulan 4 Agustus kemarin adalah hari persahabatan internasional, jadi meskipun udah telat, let me say Happy Friendship Day to all of you, guys!



Who Reads