Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Oktober 2013

New Things


Akhirnyaaaaaa gue bisa nulis blog lagi! *girang* *jingkrak-jingkrak*

Dalam beberapa minggu ini banyak sekali hal yang telah gue lalui, dari hal-hal baru yang bikin gue excited, ketemu temen-temen baru, pengalaman sekali seumur hidup yang baru gue temuin, mengunjungi tempat-tempat baru, etc, etc.

Jadi, ceritanya, gue udah kerja sekarang! Well, ini masih On Job Training, dan Alhamdulillah gue dapet di Jakarta, tepatnya di KPU Tanjung Priok. Setelah mengalami satu minggu pengarahan yang agak membosankan tapi juga mengesankan di beberapa hal (terutama di bagian penyambutan sama BKLI dan dikasih makanan), akhirnya gue resmi kerja! Gue dapet bagian di PPC IV seksi PC II di bagian tracking dokumen jalur merah dan kuning + barang contoh. Kerjaannya cukup simple, sebagai anak magang gue merasa pekerjannya tidak susah, tapi membutuhkan fisik yang bugar (Entah kenapa gue pengen ketawa kalo denger kata-kata bugar, soalnya gue inget Vicky Burky). Secara tiap hari gue sortir+nganter ratusan dokumen ke Tuan dan Nyonya P-F-P-D (udah gitu ada satu biji yang ngeselin banget kelakuannya K). Belom lagi kalo disuruh-suruh pekerjaan ekstra lainnya, nyari barang contoh, misalnya. Lumayan menguras tenaga sih. Tapi untungnya ada dua anak bagian umum yang ngebantuin tugas gue yang salah satunya adalah temen sekelas gue di kampus, wakakak :v

Selain pengalaman kerja, ada juga pengalaman-pengalaman baru yang gue dapet, yang salah satunya adalah mengantar temen satu kosan gue asal BDK Makassar tapi aslinya orang Jawa ke Rumah Sakit. Jujur, itu pertama kalinya (atau pernah tapi lupa) gue dateng ke Unit Gawat Darurat sebuah Rumah Sakit di Jakarta. Itu malem-malem, dan besoknya masih harus ngantor, udah mana pemandangannya nggak enak banget. Tau sendiri kan UGD tuh isinya kayak gimana :’ Pokoknya minggu-minggu ini merupakan minggu-minggu melelahkan sekaligus menyenangkan. Gue ketemu temen-temen baru dari berbagai daerah, kenalan cewe baru, lingkungan kos baru, dan pegawai-pegawai di KPU juga lumayan baik-baik dan ramah-ramah. Jadinya melelahkannya itu agak sedikit tertutup dengan excitement gue.

Meskipun tetep aja ada satu dan lain hal yang masih mengganjal di hati gue saat gue menulis blog ini. Suatu hal yang membuat gue berpikir kalo perjalanan gue dalam mengarungi bahtera kehidupan sebagai abdi negara ini akan melalui perjuangan yang agak keras *tsaaah*. Tapi hal ini sangat sangat sangat privacy and crucial and vague and sensitive so I decided not to tell it here. Tapi jangan sedih, maybe I will share it here someday, somehow :) Gitu dulu deh ya, saya tiba-tiba lapar. I think I wanna chew some breads. See you, pals! 


Minggu, 22 September 2013

A short monologue when I get bored


It’s Sunday! And I really, really bored. Why? I can’t go anywhere. I really, really wanna go with my family, but, well, there’s always something bothering everything. Wait—why in the world I use English in my blog? I think English isn’t that cool anymore. Basi. Let me tell you, pal. What’s cool right now is bahasa-bahasa intelek seperti konspirasi kemakmuran, statusiasi, dan kudeta kepentingan. You know, almost whenever I turn my television on, isinya kata-kata itu lagi, kata-kata itu lagi :’)

Okesip. Skip that moron.

I don’t wanna trashin’ my blog with that unimportant thing, even though this blog isn’t too important to read juga sih, haha. 

Tau gak, kalo gue ngeblog, gue ngerasa ada orang yang ngebaca blog gue. Gue juga nulis seolah-olah lagi ngomong sama temen. Padahal, mana mungkin ada yang baca blog yang sudah lapuk dan tak terurus ini :’) Apalagi sebenernya blog ini gue tulis buat konsumsi pribadi, bukan buat bahan bacaan masyarakat. Kenapa? Lo liat sendiri aja: isinya curhatan semua, terus isinya juga absurd. Gue malu, gue nggak bisa mengeluarkan kata-kata intelek such as twenty-nine my age dan labil ekonomi di blog gue :| Makanya, gue memutuskan untuk mengubah nama blog secara periodik. Supaya blog ini tidak ada yang menemukan. Bhuahaha. *ketawa jahat*

Tapi tenang, gue akan tetap ngeblog seolah-olah gue lagi cerita sama orang. Kenapa? Gue udah memutuskan, gue akan nulis apa aja di blog ini, mau gue lagi kesel, lagi frustasi, gue tulis semua di sini. Kesian banget kan hidup gue, curhat sama tuts-tuts keyboard berdebu dan laptop berukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dengan intel atom core i3 dan system operasi windows 7 bajakan. *merasa autis*

Gue janji, gue akan terus ngeblog. Gue merasa terinspirasi oleh salah seorang blogger (lagi) yang tulisannya bisa dijadiin buku. Jadi ceritanya, last…. Thursday (or Friday?) I went to the bookstore, alone. Yeah, alone. Well, it doesn’t matter. Setiap orang pasti  pernah punya that catharsis time--ketika ia merasa ingin sendirian, kan? Dan dalam perjalanan seorang diri itu, gue nemu suatu buku tentang high school for dummy gitu dan bukunya asik. Meskipun gue bukan anak SMA lagi, buku ini bener-bener bring back memories banget dan bikin gue kangen sama masa-masa SMA gue :”( Dan pas gue liat biodata, jreng-jreng, sang penulis tanggal lahirnya sama kayak gue! And when my kepo alert has just turned on, I stalked his twitter and I found out that he is still in high school! Hal itu bener-bener membuat gue semangat (dan agak sedih). Dia aja bisa ngeluarin buku tunggal sendiri, kenapa gue nggak bisa?! 

Well, I must admit that some guys really can make me envy. But sometimes I really, really envy if that guy was born in the same date as me, younger than me, and he just like—can achieve his goal easily, while, here I am sitting and got nothing. Sometimes, I really think that I would be happier if I were born as other person who smarter, richer, more prominent and more talented than me. But when I think about it once again, If I were born as not Riyan, I would have my life extremely turn upside down.  I would may be lose my family, and some of my friends. Even, maybe I would never know and met them. That things, really scared me. So I decided I woud rather not to be another Riyan, than lose all the people I love and my memories with them.

Well yeah, as I wrote on my bio on twitter. I’m still young, and I need to explore the world. Suatu hari nanti, gue juga akan punya buku tunggal sendiri. Buku dengan nama gue, atau nama pena gue, MR Andrianus, terpampang di cover depan buku itu dengan font seperti ini. Dan buku gue itu terpampang di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Tapi gue gak mau bikin yang ecek-ecek. Dan kamu, ya kamu, bersama laptop ASUS A44H beserta tuts-tuts keyboard yang berdebu, akan menjadi saksinya. Ingat itu. Aamiin.




Selasa, 13 Agustus 2013

Semua Berawal dari Niat


Halo kawan-kawan sekaliaaaan! Saya, selaku pemilik blog ini mengucapkan,





Kalau ada yang baca blog ini (semoga aje masih ada yang baca, ye), pasti kalian lagi seneng banget ya.. Bisa merayakan idul fitri bersama keluarga, jalan-jalan, liburan, dapet tanggokan. Sementara gue? Akh, jangankan tanggokan, lebaran aje gue masih dibayang-bayangi oleh momok yang menakutkan (baca: TKD).

Yap, TKD.

Sebenernya awalnya gue masih keep calm aja sih.. Tapi semua itu berubah setelah negara api menyerang muncul pernyataan “Jika tidak lulus, kami tidak bisa membantu kalian”... Jreng, jreng!!!  Kalimat itu kayaknya lebih horror daripada “Wanna play hide-and-clap with me?”-nya The Conjuring. Anak-anak langsung pada heboh, makin banyak yang parno, gue jadi ketularan deh. Wah, ini sih udah gak bisa keep calm lagi nih! Bhuahahaha... Jadinya, gue memutuskan untuk mencoba serius belajar TKD. 

Mungkin aja TKD emang bukan sekadar formalitas lagi. 


Dan semenjak itu makin banyak banget yang rajin share soal di grup.

Tapi… semakin hari gue perhatiin, lama-lama kok soal-soal yang di-share di grup soal-soal tingkat dewa semua... Dari mana soal-soal itu berasaaaal? Siapa yang bikiiiin?!! *kesel sendiri* . Gue emang jarang buka grup TKD itu sih, tapi sekalinya buka pasti sebagian besar orangnya itu-itu lagi. Kalo gak dia nge-share soal, ya pasti ngejawab soal. Gue rasa orang-orang yang aktif di grup ini jenius-jenius semua. Ampe H+1 lebaran aja udah ada yang share soal lagi -____- Ini adalah tipe-tipe orang yang sepertinya sudah well-prepared dan siap menyambut TKD dengan senyum ceria -____- Sekaligus tipe-tipe orang yang bikin orang lain down -____-

Sementara gue? Duh, kalo misalnya gue bilang gue belom belajar, nanti gue dibilang psywar lagi -,- Kalo gue bilang udah belajar nanti gue dibilang gak korsa -,- Agak serba salah ya sepertinya… Kalo kagak mahal, pengen gue banting aja rasanya ini laptop! *loh

Terus intinya lo bikin post ini apa Yan?

Ya, nggak ada maksud apa-apa sih, cuma pengen menghilangkan kepenatan aje.. Well, mungkin gue nggak sejenius anak-anak itu, dan mungkin gue nggak se-well-prepared mereka (ini bukan psywar) tapi gue akan berusaha yang terbaik aja nanti. Meskipun sesi belajar TWK gue lumayan sering berakhir di tempat tidur, meskipun banyak rumus-rumus TIU yang udah terlupakan seiring bertambahnya usia, meskipun kepribadian gue mungkin nggak semulia pilihan jawaban soal-soal TKP, seenggaknya gue udah melakukan satu hal terpenting: NIAT.

Seperti kata Bung Danang dan Bung Darto,

Kampret-able sekaligus ngeles-able banget kata-katanya! Wakakakak.


Tanggal 27 tinggal beberapa hari lagi masbroooh... Semoga gue bisa lulus TKD dengan hasil yang memuaskan.  Aamiin Ya Allah...

Ganbatte Riyan-kun! HOSH!


Selasa, 06 Agustus 2013

Tentang Hidup dan Orang-Orang yang Kautemui Sepanjang Perjalanannya


It's August! Bulan yang mungkin akan berkesan karena banyak banget hal-hal yang telah gue lakukan, akan mencapai titik klimaks di bulan ini.


6 Agustus 2013.

Hari ini, dan tadi malam, dan beberapa hari kemarin, "mood berfilosofi" gue balik lagi. Ada banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Banyak. Dan beberapa hal itu membuat jiwa filsuf gue keluar. Makanya dalam postingan ini, akan ada hal-hal yang berbau filosofi. Bahkan, gue mulai berpikir untuk memisahkan postingan gue jadi dua kategori: jejak filosofis dan jejak realistis. Keren gak sih kedengarannya? *mulai narsis*


Masuk ke ranah filosofi, banyak orang yang bilang kalau hidup itu susah, hidup itu sulit untuk dijalanin. Kayak semacem tagline salah satu provider telekomunikasi swasta di Indonesia: “Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi sulit untuk dijalanin.” Jujur, begitu pertama kali mendengar ucapan itu dari seorang bocah kecil yang mungkin kencing aja belom lempeng di iklan, hati gue agak sedikit tergugah. (Cielah tergugah).

Well, omongan anak kecil di iklan itu memang ada benernya. Bener banget malah. Terkadang waktu kecil, kita pandai berangan-angan tentang masa depan. Kita tidak takut untuk menentukan cita-cita setinggi langit. Tapi, semakin dewasa, semakin bertambahnya usia, kita malah jadi pengecut.  Semakin kecut untuk mewujudkan angan-angan itu. Kita merasa, seolah-olah cita-cita itu malah semakin impossible untuk kita raih.

Kenapa, ya, bisa gitu?

Mungkinkah mental kita makin melemah?

Atau kita sudah nyaman berada di zona ini? Di zona aman?

atau... karena semakin banyak orang yang kita temui, semakin banyak hal yang kita pelajari, kita malah semakin menyadari bahwa ilmu yang kita punya itu masih sedikit. Ujung-ujungnya, gak pede. Gamang. Kita nggak bisa mutusin mau jadi apa kita.

But—hey people! We’re still young, we still have a lot of time to decide what  we want to be in this world. And within a journey of it, we will find a lot of people too. Of people that we met, some will stay, some will go, just like that. And of those who stay, some will brighten up our world: learn our secret, love our flaws. Those people, love you unconditionally just-the-way-you-are. 

Maybe, I'm the lucky one who surrounded by ones of “those people”. Teman yang sangat mengerti gue, yang udah kayak keluarga daripada sekadar sahabat. Teman yang bisa ketawa ketika gue melakukan kebodohan kayak mencet tombol saos sampe muncrat ke mana-mana, atau mungkin kesandung pas turun dari eskalator [duh!

Sama mereka, gue gak pernah mikir hal-hal sulit tentang hidup. Sama mereka, gue gak perlu ngeluarin effort berlebih untuk ketawa. Apa aja bisa diketawain. Sama mereka, gue gak pernah ngerasa tua... Waktu tuh kayak berhenti pada titik 17 tahun (baca: alay), dan gak pernah berjalan lagi. 

Dan yang terpenting, sama mereka, gue bisa jadi diri gue sendiri. The very original-version of Muhammad Riyan Andrianus yang mungkin gak banyak orang-orang kece di luar sana tahu.

Alhamdulillah, meskipun kita punya kesibukan masing-masing, dan dalam keadaan dompet gue yang cekak, kita masih bisa ketemu lagi tahun ini (meskipun gak lengkap). Gue gak pernah ngomong begini sama mereka, tapi jujur gue bersyukur bisa mengenal satu-satu dari mereka. Bertemu orang-orang seperti mereka, gue kayak dikasih percikan semangat untuk meraih cita-cita dan harapan  di dunia yang sudah tidak seindah waktu kita kanak-kanak dulu.. *tsaaaaahh. From now on, I promise I'll do the best!






Semoga ukhuwah persahabatan ini tak lekang oleh waktu.

Sampe kita jadi kakek-nenek.

Sampe kita ketemu lagi nanti punya cucu.

Dan cucu-cucu kita punya cucu-cucu lagi.

Bhuahahaha~ Aamiin…



NB: Kebetulan 4 Agustus kemarin adalah hari persahabatan internasional, jadi meskipun udah telat, let me say Happy Friendship Day to all of you, guys!



Selasa, 15 Januari 2013

Mathematics and Me


Kadang gue mikir, kok bisa ya orang kayak gue suka nulis? Padahal, jujur, waktu SD gue gak tertarik sama pelajaran Bahasa Indonesia. Gue lebih tertarik sama pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA (klasifikasi tumbuhan dan sebagainya—SD belum ada pelajaran reproduksi!), menggambar, olahraga, sama nyari-nyari kota di peta buta (IPS).


Matematika. Lumrahnya, sepertinya memang setiap anak SD suka dengan pelajaran yang satu ini. Karena apa? Matematika itu keren! Setiap anak SD yang jago matematika pasti dibilangnya pinter, dsb. Ada tuh temen gue waktu SD, Dewa (bukan nama sebenarnya) namanya. Dia jago banget matematikanya. Kalo udah masalah hitung-menghitung kecepatan, KPK (bukan Komisi Pemberantasan Korupsi), FPB (bukan Film and Publication Board), laba dan rugi; dia nomor satu. Selalu selesai duluan. Maju duluan. Dan hampir selalu bener jawabannya. Matematikalah pelajaran favoritnya. Lah kalo gue? Kenapa bisa gue suka sama pelajaran ini? Gue suka aja sama pelajaran yang satu ini. Apalagi kalo masalah ngitung-ngitung duit. Suka banget! *hammer*


Ada tiga hal yang bikin gue suka pelajaran matematika.

Pertama, dulu, waktu kecil, gue sering disuruh pergi ke warung-warung sama tetangga dan oom-tante gua. Bahkan dari kecil gue sudah ada bakat jadi babu! Nah, disinilah asyiknya. Kalo di warung, pas beli sesuatu, pasti tuh penjaga warungnya suka lamaaaa banget mikirnya kalo mau ngasih kembalian kalo pas belanjaannya banyak. Nah, gue suka ngitung juga. Dan kadang-kadang gue ngasih tahu kembaliannya.
Tapi pastinya, tipe orang Indonesia, tuh penjaga warung pasti ngeliat gue dengan tatapan-tatapan hina yang seperti mengatakan ‘Emangnya lo siapa? Habibie?’
Tapi, setelah dia hitung benar-benar, dengan muka cengar-cengir merasa malu dia memberikan kembalian seperti apa yang gue bilang. Terus, abis itu, gue menerima kembalian itu sambil balas dengan senyuman ‘Kena lo!’. Tapi itu dulu lho, ya, dulu banget.


Kedua.
Di depan sekolah gue waktu SD itu banyak abang-abang mainan dan makanan yang berkeliaran. Suatu hari sepulang sekolah, gue bermaksud untuk membeli beberapa mainan. Anggap saja itu mainan 1, mainan 2, dan mainan 3. Pertama gue bilang ke abang-abangnya. Bang, ini mainan di sini harganya berapa? Si Abang bilang, “Macem-macem. Tergantung.” Terus gue sebut aja mau beli mainan 3. Dia bilang harganya gopek (Rp 500). Akhirnya, gue bilang, kalo mau beli mainan 1, mainan 2, dan mainan 3 harganya berapa? Dia bilang, “Udah, tiga 2000 aja.” Gue kaget. Mahal banget! Terus gue tanya emang mainan 1 harganya berapa? 500 katanya. Mainan 2? 500 juga dia bilang. Terus dia bilang, “Udah, saya kasih tiga 2000.” Gue mikir, nih abang-abang emang gak bisa ngitung atau mau nipu gue? Akhirnya, gue memberikan 2000 rupiah dengan ikhlas kepada tuh abang-abang. Tuh abang senyum-senyum licik. Terus katanya, “Ambil sendiri, ya.” Gue ambil mainan 1, lalu mainan 2. Terakhir, gue lihat ada mainan 4 dan itu sepertinya lebih bagus dari mainan 3, yaudah gue ambil aja tuh mainan. Pas selesai, gue menunjukkan mainan itu sambil bilang, “Makasih ya, Bang.” Gue buru-buru pergi. Pas gue udah jalan, tuh Abang teriak, “Woi itu yang satu harganya 1500!”. Gue langsung balik badan dan bales berteriak, “Kan kata Abang 2000 tiga!” Abis itu gue langsung lari sekenceng-kencengnya sambil senyum-senyum kemenangan. Besok-besoknya, tuh Abang ngenalin gue, tapi dia diem aja. Setiap gue beli, dia masang muka pasrah. Tapi, gue malah jadinya akrab sama tuh abang-abang. Hahahaha. Sori, ya, Bang Jo! (Bukan nama sebenarnya).


Ketiga.
Dulu, waktu kecil, sampe beranjak SMP malah, gue sama saudara, adik, dan sepupu gue sering banget main sama-sama. Main apa aja. Dari yang mulai lari-larian, sampe duduk-dudukan (lho?) kayak monopoli. Nah, Ayah gue tuh sering banget ngadain “Kuis Cerdas Cermat.” Soalnya hitung-hitungan semua. Yang menang pasti dikasih hadiah. Sebenernya yang suka bikin kuis macam gini sepupu gue yang paling gede, Bang Ares (bukan nama sebenarnya). Tapi saat itu dia ikutan juga. Pertanyaan-pertanyaan itu termasuk gampang. Cuma sebatas perkalian, pembagian, tambah, dan kurang. Tapi lama-lama soalnya bertingkat sehingga semuanya digabung jadi satu. Awalnya kita harus mikir pake otak aja. Tanpa alat bantu. Pas udah susah-susah, boleh pake kertas dan pensil.
Nah, yang bikin gue seneng matematika adalah, berkat matematika, gue bisa menangin kuis ini! The winner is Muhammad Riyan Andrianus. Mengalahkan  kandidat-kandidat tangguh lainnya. Ngalahin Ares! Bayangin, waktu itu Bang Ares udah masuk SMA, tapi kalah sama saya, anak SMP. Hahahaha. Kalo inget muka dia pas dicengcengin Bokap rasanya mau ketawa sampe ngakak banget. Hadiahnya apa? Gue lupa waktu itu hadiahnya apa. Kalo ga salah duit, tapi lupa berapa. Tapi emang bukan duit yang jadi target gue, tapi ngebuat muka Bang Ares memelas adalah taget gue! Hahahaha.


Well, itulah cerita saya mengenai kenapa saya suka dengan matematika waktu SD. Banyak banget kenangan-kenangan seru yang tak terlupakan dan tak tertuliskan. Intinya, waktu SD—dan SMP—matematika itu asyik, menyenangkan! Dan begitu lo memasuki  SMA… sepertinya perlu mikir berkali-kali untuk mengatakan matematika itu menyenangkan. (*)

Sabtu, 12 Januari 2013

Pohon Resolusi


TAHUN 2012 udah berakhir. Jujur, gue merasa bersyukur tahun itu berakhir. Enggak tau kenapa. Tahun itu begitu banyak hal yang menyedihkan terjadi. Tapi gue juga bersyukur, karena di tahun itu juga gue bisa lulus kuliah dengan hasil yang memuaskan. Alhamdulillah. Itu termasuk best moment lah. Dan… di tahun yang baru ini, akan sangat banyak lagi hal-hal baru yang akan gue jalani. Akan sangat banyak pengalaman, perjalanan, dan teman yang akan datang… Dan pengalaman, perjalanan, teman yang baru itu akan menggantikan pengalaman, perjalanan, dan teman yang lama. Mereka-mereka yang dulu sepertinya teman, bahkan sahabat, tapi entah mengapa sekarang terlihat seperti hanya kenalan. Entahlah. Mungkin memang mereka punya dunia mereka sendiri. Dan mungkin mereka terlalu sibuk untuk memikirkan teman lama. As for now, I’m just learning who really they are.

Di dalam masa-masa kayak gini, satu kata yang terpikirkan adalah resolusi. Apa resolusi lo di tahun ini? Udah bikin resolusi? Begitulah pertanyaan demi pertanyaan terlontar. Pertanyaan itu mungkin sangat serius bagi sebagian orang. Dan sebagian yang lainnya menganggap “gak perlu ada resolusi.” Sementara gue sendiri? Lagi-lagi, gue berada di tengahnya. Dari dulu, gue emang gak pernah pake resolusi-resolusian segala. Tapi, bukan berarti hidup gue gak punya keinginan. Keinginan gue gak langsung datang begitu saja. Terkadang keinginan itu muncul saat gue mengalami kondisi-kondisi krisis, kayak beberapa tahun kemarin, saat gue masih SMA(SMK) dan sedang menjalani UAS dan masih labil mau ngapain setelah lulus. Terkadang, sebelum tidur di malam hari, barulah keinginan itu terbayang. Entah kenapa malam memang menjadi sesuatu yang sakral bagi gue. Pikiran akan berubah menjadi filosofis dan idealis begitu saja di malam hari.

Dan ya, dua malam yang lalu gue telah menuliskan resolusi diri. Sebenernya itu bukan resolusi karena itu hanya poin-poin penting tentang “What I Wanna Be in This World” dan itu gak berlaku buat tahun ini aja, tapi di keseluruhan hidup gue selanjutnya. Dan gue berharap, semua yang udah gue tulis itu akan menjadi kenyataan sebelum gue meninggal nanti. I think it’s gonna be a long long and extraordinary journey, but you know what, ada satu quote yang gue suka pake banget yang baru-baru ini selalu membuat gue semangat jika mendengarnya.
 
“Sebuah pohon besar bermula dari sebuah biji yang kecil, dan perjalanan sejauh seribu mil, berawal dari sebuah langkah kecil.”

Siapa pun yang membuat quote itu, terima kasih. Mulai sekarang gue akan terus mengingat-ingatnya. Bahwa segala sesuatu yang besar tidak akan terjadi begitu saja. Bibit itu perlu ditanam, diberi pupuk, diberi air, dirawat agar suatu saat bisa menjadi sebuah pohon yang besar, yang bisa melahirkan buah, bunga, dan biji yang nantinya akan menjadi pohon-pohon besar yang lain.

Begitu pula dengan resolusi “What I Wanna Be” yang gue buat. Di sana setidaknya ada tujuh petak tanah. Dan beberapa di antaranya sudah gue tanami bibit. Bahkan satu di antaranya sudah mulai menunjukkan daun. Dan beberapa sisanya akan mengikuti dan terjadi begitu saja apabila satu atau dua sebelumnya telah menjadi pohon. Dan sekarang saya sedang gencar-gencarnya memupuk bibit yang mulai berkembang di petak pertama. Hanya tinggal menunggu waktu sampai bibit itu memanjang dan mulai menunjukkan daun. (*)


P.S.,
Fiuhhhh… Kok tulisan gue jadi rada berat gini, ya? *panggil tukang sedot lemak*

Rabu, 07 November 2012

Jengah, Impi, Laut


Tulisan ini dimulai dengan not responding di Microsoft Word. Mulai mengutuki diri sendiri, kenapa sih makin lama makin lemot aja nih laptop?!


Apakah laptop ini menyesuaikan si empunya? Well, mungkin aja gue emang bisa mencetuskan itu. Pasalnya, sampe sekarang, mungkin gue terlalu lemot akibat kegiatan tidak jelas berkepanjangan gara-gara nunggu penempatan. Beruntung, gue masih bisa menganggap ini sebagai liburan sebelum nantinya benar-benar terjun bekerja. Gue gak akan tahu apakah nanti saat gue bekerja gue bisa enak-enakan seperti ini? Bisa main bareng temen-temen gue? Gue bisa menulis? Apa gue bisa tidur dengan nyaman dan khidmat di siang bolong—apalagi kalo plus hujan—? Tidur itu kegiatan yang sangat langka apabila udah kerja nanti, gue rasa.


Tapi untuk saat ini, gue mulai jengah. Udah terlalu lama gue tidur. Gue takut tidur yang berkepanjangan ini membuat otak gue beku. Jadi, gue harus terus mengasah otak ini. Tunggu … tunggu, gue bukan lagi ngomongin pelajaran atau psikotest buat penempatan. Maksud gue dengan asah otak di sini adalah menulis. Gue semakin suka dengan kegiatan ini, apalagi mulai sekarang, tulisan gue udah bukan jadi konsumsi pribadi lagi.  Bukan cuma jadi konsumsi orang-orang yang deket sama gue. Alhamdulillah, tulisan gue makin banyak yang mengapresiasi, dan dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya ini, gue harus terus berlatih dan berlatih. Belajar. Belajar nulis. Oke, kedengerannya memang sangat Sekolah Dasar, tapi memang saya merasa, selama ini saya belum banyak belajar ‘menulis’.


Menulis itu memang kegiatan paling sesuai dengan otak saya yang liar. Tapi, gue juga gak bisa menampik kalau di dunia ini, kita gak bisa hanya mengandalkan hidup dari menulis. Sama seperti cerita yang tertuang dalam “Perahu Kertas”, di mana tokoh utamanya, Kugy dan Keenan harus mati-matian menjadi diri mereka sendiri. Diri mereka yang bebas. Meraih mimpi mereka yang terlihat mustahil.


Ada satu quote yang gue suka banget dari novel satu itu, yang baru hari ini rampung gue baca (dan mungkin akan gue resensi di post terpisah). Cerita cintanya emang klasik, tapi karakter utama novel ini gue suka banget, dan tentang pencarian jati diri mereka sangat realistis banget. Gue pun merasakan hal yang sama seperti mereka.
Oh, ya, quote yang paling gue suka dari “Perahu Kertas” ini:
“Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi.”


Banyak orang di dunia ini punya mimpi, tapi kebanyakan, mimpi-mimpi itu terjebak oleh realita yang keras. Akhirnya, banyak dari pemimpi-pemimpi itu mengubur mimpinya dalam-dalam. Dengan quote itu, gue semakin yakin bahwa jalan yang selama ini gue tempuh nggak sepenuhnya salah. Gue harus menempuh jalan-jalan lain dulu, sebelum pada akhirnya menginjakkan kaki ke jalan yang akan membawa gue ke impian gue.
Gue pingin banget ke luar sana.

Makanya gue suka laut.

Laut itu sarana yang akan menghubungkan gue dengan dunia luar.

Jadi, gue seneng banget masuk ke jalan gue yang sekarang, karena ada kemungkinan gue akan ditempatkan di suatu tempat yang memungkinkan gue bisa ngeliat laut setiap hari.

Laut itu juga bukan sang Penghubung ke dunia luar ‘nyata’, tapi juga ke dunia luar ‘imajinasi’. Jadi, laut itu sekaligus menghubungkan gue dengan dunia nyata yang jadi impian gue dan dunia mimpi gue. Dua impi. Katanya sama, tapi mengandung artian berbeda. Yang satu konotatif, yang satunya denotatif. Intinya, laut itu penuh inspirasi. Ngeliat laut itu membuat hati tenang. Membuat kita tahu akan keberadaan sesuatu yang ada di luar sana. Bahwa dunia itu luas. Dan penuh warna.


Karena bintang gue pisces, yang simbolnya adalah ikan, kayaknya emang pantas kalau gue berharap nanti gue ditempatkan di kantor yang dekat dengan laut. Saya gak minta kantor yang tempatnya sangat enak dan nyaman, saya gak minta kantor yang dapet bonus sana-sini setiap hari, saya gak minta kantor yang banyak kegiatannya. Cuma satu, kantor yang dekat laut. Boleh, ya, Neptunus?

***

Sabtu, 29 September 2012

Mengenang Pengumuman UN


Oke, pertama tama dan yang paling utama terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT Pencipta Segala Yang Ada di Alam Semesta.

Karena apa?

Gw lulus UN!!!

Alhamdulillah!!!!

dan lebih alhamdulillah lagi ternyata nilainya lebih baik dr yg gw sempet bayangkan.

inget ga postingan gw yg kmaren ttg pengalaman un? di bagian mtk dan b.inggris gw tulis beberapa soal yg menurut gw aneh dan susah gw kerjain.

wktu itu gw tulis mtk 2 nomor dan b.inggris 3 nomor.

dan ternyata,, hasilnya persis bgd sama!!

MTK gw salah 2 nomor..

dan Bahasa Inggris salah 3 nomor... (yakin bgt ada yg salah di listening)

yah mungkin salahnya di nomor nomor yg gw merasa ragu yg ada di postingan gw sblmnya ato bisa juga ngga..

dan bahasa indonesia gimana kabarnya?

jgn ditanya.. huhuhuhu
cuma bener 44 nomor (kayaknya) byk salahnya T__T

yg paling mengejutkan adalah nilai kompetensi teknik komputer dan jaringan gw...

mata kompetensi UN ini emang paling sulit dibanding jurusan lain di sekolah gw, secara jurusan teknik komputer dan jaringan aka TKJ adalah satu2nya jurusan di sekolah gw yg diakui pemerintah dan soal UN nya dr pemerintah lgsung, dan byk bgt nilai kakak2 kelas gw tahun sblmnya yg ancur di sini,,,,,


kenapa gw bilang mengejutkan?

krn pas ngerjain gw udh pasrah

soal kisi2 gada yg nembus sama sekali
belajar ga ada soal yg serupa
patokan belajar lebih ke kisi2 tp gada satu pun yg keluar
pas ujian yg ngawas guru killer
pas ujian bener2 ga siap fisik dan mental

tapi hasilnyaaaaa????

Alhamdulillah lumayan.

bahkan lebih bagus dr bahasa indonesia.

Terima Kasih Ya Allahu Akbar

:)

hasil un lebih dekat:




Seneng banget rasanya..

dan yg plg membanggakan dr semua itu adalah nilai yg gw dapet itu adalah murni nilai gw sendiri tanpa nyontek atau ngebet atau ngeprek dsb...

Hari ini selesai sudah unek unek yg selama ini tumpah tindih di kepala.
plong rasanya saat buka web ...

AKU LULUS UN SMK 2011 :)

Mengenang USM STAN 2011

Ok. Assalamualaikum.. Hari ini 5 November 2011. waktu di hape gue menunjukkan pukul 10.48. Hari yang ceraaah *like this^_^
Kemarin, gue kuliah seharian. Dan hape gue lowbatt udah dari separuh perkuliahan. Terus pas siang menjelang sorenya udah tewas. Kuliah ampe malem, ada lab akuntansi… capek… tapi seru, tapi bete juga (mau lo apa sih yan) soalnya hp gue mati.
Eh pas pulang, udah jam sembilan kalo ga salah, gue nyalain hape (sambil nge-charge) dan tiba-tiba ada sms dari temen gue, A**n J***sa Helgawat*;
isinya: riyan
Terus gue bales: apa yun (dgn setengah hati—efek belom makan malem)
Dia bales lagi : selamat ya, d bea cukai. (Dalem hati gue pun berkata: apa sih ni orang, ngigo kali malem malem.)
Terus gue bales: serius? Gue baru pulang kuliah.
Terus dia bales: Iya. Asik dah. Lht donk d fb, w udh ngucapin slmt. Hahaha

*maaf apabila sms nya agak alay, disesuaikan dengan versi aslinya

********************* K A G E T *************************

Terus akhirnya dengan tampang bego gue cek fb. Ada bacaan di fans page usm stan kalo pengumuman usm stan dipercepat. Yg tadinya 17 november jadi 4 november. Lah jauh amat T____T apa alasannya dipercepat? Aneh emang kampus satu itu. Selalu penuh misteri dan penuh kejutan. Akhirnya, masih ga percaya karena belom liat langsung, gue cek web stan.ac.id. eh bener ada pengumuman. Gue langsung telepon si a**n, cerita cerita… udh lama bgt ga telepon si makhluk manja dan judes ini. Tapi suaranya tetep sama: kayak anak kecil. Eh pas di tengah-tengah telepon tau tau mati (yaampun operatornyaaa—tempat gue kerja dulu tapi,ga jadi deh mau ngejek :P)

Terus akhirnya gue cek deh lampiran-lampirannya. Dan kok nama gue ga ada-ada. Katanya di tengah tengah? Tengah mana? (disini muka udah merah, pengen muntah-muntah*lebay*) Gataunya ada di lampiran paling akhir -,-

Pas abis nelpon, langsung sujud syukur. Agak bingung juga kenapa pas pengumuman, dari Tahap 1 sampe terakhir, selalu aja orang duluan yg ngeliat nama gue, baru gue sendiri o.0. Sekarang, di depan komputer kesayangan gue ini (percaya gak percaya computer ini udh dari smp kelas 3 dan selama itu—dari awal—udh ada stiker bertuliskan stan di monitornya, tapi gue gtau knp dan siapa yg nempelin disitu—dan bahkan pertamanya gue gatau apa itu ‘stan’? jujur, gue baru tau stan pas kelas dua SMK, itu pun cuma sekedar tau @.@ *masalah stiker itu, bener-bener aneh, gak mungkin juga ortu gue yg nempelin, dapet drmana mereka, mereka aja ga ngerti gitu-gituan #merinding*), gue keinget perjuangan selama kurang lebih enam bulan mengikuti rangkaian USM yang supeerrr ituu. Sesuatu banget.

****************************TIPS dan TRIK****************************

Sekarang, saya akan memberi tips dan trik USM STAN untuk kalian berdasarkan apa yg telah saya pelajari dan terapkan sendiri. (Bahasanya tiba-tiba formal)
Dan TIPS dan TRIK ini ada empat bagian, lain dari tips-tips biasanya, karena emang sekarang ada empat tahap agar kalian bisa lulus USM STAN. Terkesan ribet dan lama memang. Tapi ya jalanin aja, just go with the flow.

Tahap pertama: Administrasi. Karena tahun 2011 merupakan tahun pertama pendaftaran online dengan metode pengiriman berkas yang lain dari tahun2 sebelumnya, banyak yang salah input data pada tahap ini. Sebenarnya bukan salah mereka yg terlalu terburu-buru mendaftar, tapi setidaknya jika kalian mendaftar nanti dan ada sesuatu yang kalian bingung (misalnya kayak nilai apa aja yg dimasukkin—karena antara sma ipa, sma ips, smk, sma tahun sebelumnya, smk tahun sebelumnya, ataupun yg dua tahun sebelumnya, itu tuh cara pengisiannya beda: jadi HATI HATI.)
Tunggu aja sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari Admin USM STANnya ttg petunjuk pengisian pendaftaran. Biar lambat asal selamat yegak? Hoho.
Oia intinya di tahap ini, kita juga harus jadi orang yang teliti dan penyabar yah, jangan sampai ada yang kurang kirim berkasnya, jgn sampe ada yg salah ngasih alamat, dan jgn sampe ada yg gak pake KILAT KHUSUS. Terus kalo udah masa pengiriman, sabar aja. Jangan cemas, panik, apa lagi mengeluarkan cairan putih kental (lho?). tunggu sampai ada keterangan di internet yg mengatakan bahwa paket kamu terkirim. Ngga masalah yg nerima siapa, mau wuljo, waluyo, tono, yg penting kamu udh nulis alamat si penerima dengan benar, kamu sudah membayar biaya kirim. Pasti diterima dengan selamat sampai tujuan. Pak pos sekarang kan canggih canggih, masa sih salah alamat, gak mungkin kan :D

Tahap Kedua: Ujian TPA dan TBI.
Nah ini kayaknya udah banyak banget yg ngasih tips dan trik di paman google atau Tanya aja sama agan agan kakuser ^_^
Cuma pengen nambahin aja: isilah yg kamu bisa dulu, jgn yg kamu ga bisa terus di paksa-paksain bisa sampe otak meledak. Kerjain dari yg paling gampang kayak gambar, analogi sederhana, matematikanya, baru deh nanti terakhir paragraph. Kosakata dan sebangsanya gimana? Kalo saya sih berhubung soal kemarin dewa banget, jadi banyak yg kosong di situ. Ya gapapa disitu kosong, tapi yg lain diisi ya. Oia kalo mau aman usahain 70 soal bener ya dari 120 soal. Soalnya saya kemarin Cuma isi 70an doank TPAnya tapi alhamdulillah lolos. Tapi itu saya isinya yg saya yakin aja yah, yg gak yakin cuma beberapa, yg nembak juga cuman beberapa ^_^ .. kalo TBI saya isi semua, cuma kosong 3 soal kalo gasalah  TBI nya kerjain yg struktur sama error dulu yg gampang, trus baru terakhir paragraph. Wktu itu saya 2 paragraf isi dengan membaca, yg satunya lg ga sempet jadi nembak  kalo seandainya bener semua kira-kira 73+57 = 130*4 = 520. itu kalo bener semua loh ya. Dewa banget T__T. tapi seengaknya kalo kamu isi 130 soal, dgn asumsi 30 soal salah, kamu masih dapet (100*4)-30 = 370 poin ^_^


Oia hati-hati, kalo udh selesai waktu TPA (100 menit) kamu gak boleh lagi ngerjain soal TPA di waktu TBI (50 menit). Yah kalo saya sih pake taktik ^_^ karena saya yakin bisa ngerjain bahasa inggris*sombooong*, jadi saya ---------tiiittttt---------- sensor ah(yg pasti gak nyontek dan ga curang loh ya)

Terus… jangan dateng telat, jangan bawa barang2 mencurigakan, jangan lupa bawa BPU, alat tulis, papan jalan,dsb, jangan tidur kemaleman, jangan main bekel,congklak atau semacamnya ^_^,oiaa jangan sampe kebelet pipis, apalagi di GBK T__T suasananya itu yaampun.. orang udh kayak lautan semut  jgn nyontek, jgn terpengaruh keadaan, focus sama soal aja, trus klo waktunya abis kumpulin, cek lagi sampe kalian yakin jwbn kalian benar semua :P, dan ini penting juga: kalo gamau pegel duduk di gbk, bawa bantal deh buat alas duduk. Soalnya bakal kerasa banget pegelnya sehari setelah tes *pengalaman pribadi :”(*

Jgn lupa ya yg terpenting: Berdoa di awal dan akhir. Yakinlah usahamu gak akan sia-sia.

Tahap Ketiga: Tes Kesehatan dan Kebugaran. Tipsnya apa ya? Kalo kesehatan itu ya biasa aja, ga bisa di apa-apain, kalo kalian yakin kalian sehat dan orangnya gak gugupan (pas diperiksa) pasti kalian bisa passing tahap ini. Kalo saya malah jadi ketawa-ketawa sama dokter yang meriksanya, soalnya pas masuk ruangan periksa mata dan denyut darah, dengan tampang polos saya langsung duduk di kursi. gataunya itu kursi si dokter. lagian juga sebenernya masih ada yg udah lebih dulu dateng tapi gue malah duduk duluan. malu banget disitu ga boong. untung dokternya baek dan malah becanda2in gitu hahahaha.
Nah yg kebugaran ini. Kalo pas saya, lari 12 menit mengitari lapangan 400m. saya lari dengan sekuat-kuatnyaaa. Mana dapetnya tengah hari siang bolong. Tapi kalian harus semangat, jgn pernah menyerah dan berjalan lemas di dpn panitia. Aku, gak nyampe 5 putaran, tapi Alhamdulillah lolos^__^ jadi sebenarnya yg dicari itu bukan hanya kuantitas larinya, tp juga kualitas. Kalian boleh banyak lari, tapi klo pas akhir2 loyok, atau jalan, atau muntahber, atau pipis di celana kan aneh :P pokoknya yg diliat itu kemauanmu untuk terus berlari sekuat-kuatnya (inget ya bukan sekencang-kencangnya). Nah di tes yg kedua kita disuruh lari membentuk angka 8. disini baru kita harus cepet, jgn diposir di awal tp pas disini udh lemes, bahaya. Oia ini juga butuh konsentrasi. Ada tuh pas bareng sama ane, anak ini belum tiga kali bolak-balik udah selesai (dia kirain udh 3x padahal dia baru 2x). eh terus ditegur panitianya. Panitianya jadi debat gitu, itu anak langsung  didiskualifikasi apa enggak. Nahlo. Gatau deh tu gimana nasibnya. Kesian :9
Pokoknya konsen ya, terus pas lari putaran terakhir, kalian boleh ambil lurus  oia ini diluar tips: waktu itu pas lagi tes ini saya difoto sama kameraman (fotografer) gtuu. *gatau kenapa pas giliran gue yg difoto* Tuh orang bikin grogi aja hahahaha, untung aja gue lolos kalo gak tuh kameraman pasti menjadikan gue model tetap pemotretannya untuk dikontrak di majalah ANIMAL, hahahaha :P

Tahap Terakhir: Assessment.
Disini gue ga ngasih tips banyak, karena kalian yg udah nyampe sini pasti orang-orang hebat, udah ngerti sendiri apa yg harus dilakuin. Assessment itu cuma wawancara (kalo pas gue ya). Yg ditanya tuh cuma seputar kehidupan kalian sehari-hari. Jangan nervous. Usahain suara jelas. Kalo gue sih waktu itu malah jadi kayak ngobrol ama ibunya, ngocol abis. Oia, berlatihlah membuat CV *Alhamdulillah saya udh pernah ngelamar kerja, dan pas di smk pun diajarin cara bikin CV yang baik oleh guru bahasa Indonesia tercinta saya *miss u bunda *miss u bu jijah, jadi udah ga kaget lagi pas assessment disuruh mengisi form yg isinya hampir sama kaya CV. Nah dari form itulah nanti kalian ditanya-tanya. Intinya dalam tahap ini, kalian HARUS JUJUR. Inget, mau kalian jelek kek, bego kek, tukang nyontek kek, maho kek, kalian harus jujur. Hwahahaha. Tapi ini serius loh. Gue, pas ditanya pernah nyontek ga? Gue jwb pernah, gue certain deh tuh pengalaman gue nyontek dgn polosnya T__T trus dia nanya gimana rasanya. Yah gue jabarin aja perasaan galau gue setelah nyontek gimana. Gak enak sama guru, trus gak enak sama Allah dan yg lain krn itu walaupun bagus bukan hasil kita sendiri. *itu beneran ya tapi murni perasaan saya*
Tuh ibu senyam senyum dikulum ajah mendengar pernyataan gue. Hehe. Halo Bu Yani, makasih ya udh mendengar curhatan saya waktu itu :P (masih bingung kenapa nama pewawancaranya bisa sama kayak nama ibu/mama/nyokap gue)
Tapi hasilnya? Jreng jreng. Gue diterima. Walaupun gue bilang gue pernah nyontek dan gue nyesel pas pulangnya kenapa gue begitu polosnyaa bilang kayak gitu -,-. Dan ternyata, ada orang yg ga jujur(temen ane di fb), dia bilang kalo dia ga kuliah tapi dikulik-kulik si assessornya akhirnya ketauan klo dia sebenarnya udah kuliah. Malulah Dia. Dia galau. Dia chat sama gue. Gue Cuma bisa bales : Kan ane wktu itu udh pernah bilang, yg penting jujur.
Terus dia pasti termenung gitu disana (soalnya dia lama baru bales chat lagi dengan nada menyesal). Dan gataunya? Saya gak melihat nama dia tertera di pengumuman akhir USM STAN 2011/2012. Hff, Wallahu alaam bissawaab.

Jadi, kawan, itulah perjalananku. Perjalanan yang cukup panjang untuk bisa berkuliah di kampus Ahli Wardhana ini. Jadi inget, waktu di Palembang (pas pulang lebaran) saya mencoba mandi di Sungai Musi yang lumayan deras airnya^amazing banget..^terus saya tulis di pasir di pantainya: RIYAN LULUS USM STAN 2011.
Alhamdulillah, saya, Muhammad Riyan Andrianus, ternyata benar-benar LULUS USM STAN TA 2011/2012 dan menjadi mahasiswa Kepabeanan dan Cukai di Jakarta.
Ya Allah terima kasih 


Untuk teman-teman, percayalah pasti USM STAN 2012 tetap ada, bahkan sampai kapan pun tetep ada. Tekad kan saja dulu di dalam hati lalu luruskan niatmu kalau kamu ingin menjadi ANAK STAN.
Gue tuh sebenernya orangnya simple and selow haha, dan USM STAN pun gue jalanin dengan apa adanya, tapi gue adalah tipe orang yg ga akan pernah berhenti sampai apa yang gue impikan terwujud.
Jadi, bangunlah mimpi-mimpimu dari sekarang, karena kau bisa membentuk masa depanmu sendiri. Dan jadilah orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain dimana pun kau berada, gak perlu bersinar seperti emas, gak perlu eksis seperti selebritis, cukup lakukan yang terbaik yang kau bisa, Just the way you are. Insya Allah, Allah akan berjalan berdampingan denganmu dalam mengarungi mimpi-mimpimu.

Last but not least, Jika kau telah berusaha dan berdoa, namun belum juga sampai ke tujuan, mungkin Allah sengaja membelokkan kemudimu ke arah yang lebih benar dan lebih bermanfaat untuk hidupmu kelak. Be Possitive Thinker!

Kalo yg mau nanya-nanya boleh, saya kan baik ^_^, kirim aja ke email saya: callmeryanzoo@gmail.com atau twitter di @callmeryanzoo. Semoga catatan ini bisa bermanfaat untuk kalian yg membacanya. Ganbatte yaah~!

Who Reads